Kamis, 06 Februari 2014

Pengalaman Persama X IPS 1 ( SMAN I SAKRA )

Annyeong chingu semua .. J
Untuk Catatan kali ini .. nae ( Hartin ) akan memberikan Pengalaman nae  sedikit… nih  ;) hehe
Ini Kisah Aku bersama Teman-teman seklas ku  yaitu X IPS 1  Yg kami buat komunitas nya menjadi
COCO (Sosieity Of Sosial One ) #Entahlah mungkin singkatannya nyambung atau ngak
Awalnya kami bertemu terasa asing , ya… kita semua pasti sama , tapi…. Seiring perjalannya waktu 
Kami pun menjadi nyambung…. Seperti saudara..
Aku juga bingung  kenapa aku bias nyambung dengan semuanya
Padahal itu semua tidak pernah ku pikirkan sejauh itu ,,
Setiap harinya kami ceria , gembira ketawa , :D Sungguh menyenangkan (y)
Nah Untuk Semester II ini , klas ku lagi heboh2 nya nih .. kenapa…????????????……………….
Karena …………!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!      LAGI DEMAM-DEMAMNYA  ngomong pake bahasa korea  ;) #hehe ketinggalan Zaman bangeeet ya  , udh thn 2014 … baru sekarang suka nya J
Hahay aigooo ,,  apa kah kitanya KUDET .. ya entahlah tapppppppppiiiiiiiiiii … nae gak kudet kok
Soalnya nae dari dulu Suka korea…
Banyak.. teman2 ku mengomentari aku..
Seperti ini nih => “chingu kamu kenapa sih suka korea , emangnya kamu gak suka produk dalam negrimu”???
Nah pertanyaan kaya gitu gk asing di telinganya nae karena , wajar aja ya mereka bilang gitu soalnya aku WAJJIIIIIIIIIIIIIBBBBBBBBBB… heboh kalau mereka bilang korea… etssss.. #nae gak cinta negaranya tapi artisnya yg nae suka hihi  , J #nobash arassoo  !!
Kenapa nae suka artis korea ya….. nae juga bingung , tapi intinya nae suka karna  semuanya menyenangkan

Apalagi oppa2 gue yg di sana buuusssssssssssssseetttttttt tampan2 baget , kaya MINHO OPPA ,KYUHYUN OPPA dan BAEKHYUN OPPA .. wkwkwk … kalau ngomongin mereka demam nae jadi kambuh#maksutnya demam Tampang… J chingu ngerti gak bangsutnya nae …  ngerti atau nggak kita lanjut aja ye … OK
Next !!!!!
Perlu di ketahui … Dengan adanya demam korea ini juga tidak membawa dampak buruk bagi kita …
Malah menambah wawasan kita karena .. apa ??? karena  kami di sini berlomba lomba untuk bias  menggunakan bahasa asing.. / mengetahuinya ,
Kami juga bias nyambung !!! dan bias lebih dekat lagi satu sama lainnya
Mmmmm Aku saying kalian Chingu Ku semua .. J I LOVE YOU my best Friends  ( anak COCO IS The Best )
Yg Selalu kupikirkan  apakah kata2 COCO akan tetep melekat pada kami semua nantinya pada waktu kami klas dua
Bagai mana pun Kalian teman2 COCO ku tersaya TDk akan pernah kulupakan Untuk selama lama nya

By Baiq.Hartin Utary 

Jangan lupa Tinggalkan Komentar nya ya , dan..... 
bilaperlu komentar tentang pengalaman kalian bersama teman temanya ya :)

Gomawo To Yang Komen :)

Ciri ciri Penyimpangan


Annyeong / Apakabar Dunia 
Hartin datang nih di dunia internet #hehe padahal  gak ada yang nayak

sekarang saya mau memberikan informasi tentang plajaran Sosiologiini 

nih plajaran pertama yang saya dapatkan pada Klas X semester 2Tentang Penyimpangan :)

CIRI CIRI PERILAKU MENYIMPANG

1.Penyimpangan harus dapat didefinisikan, artinya penilaian menyimpang tidaknya suatu perilaku harus berdasar kriteria tertentu dan diketahui penyebabnya. 

2. Penyimpangan bisa diterima bisa juga ditolak. 

3. Penyimpangan relatif dan penyimpangan mutlak, artinya perbedaannya ditentukan oleh frekuensi dan kadar penyimpangan.

4. Penyimpangan terhadap budaya nyata ataukah budaya ideal, artinya budaya ideal adalah segenap peraturan hukum yang berlaku dalam suatu kelompok masyarakat. Antara budaya nyata dengan budaya ideal selalu terjadi kesenjangan.

5. Terdapat norma-norma penghindaran dalam penyimpangan. Norma penghindaran adalah pola perbuatan yang dilakukan orang untuk memenuhi keinginan mereka, tanpa harus menentang nilai-nilai tata kelakuan secara terbuka.

6. Penyimpangan sosial bersifat adaptif, artinya perilaku menyimpang merupakan salah satu cara untuk menyesuaikan kebudayaan dengan perubahan sosial.

TEORI TEORI PRILAKU MENYIMPANG

a.Teori Pergaulan Berbeda ( Differential Association )
Teori ini dikemukakan oleh Edwin H. Sutherland . Menurut teori ini, penyimpangan bersumber dari pergaulan dengan sekelompok orang yang telah menyimpang. Penyimpangan diperoleh melalui proses alih budaya (cultural transmission) . Melalui proses ini seseorang mempelajari suatu subkebudayaan menyimpang (deviant subculture).Contohnya perilaku siswa yang suka bolos sekolah. Perilaku tersebut dipelajarinya dengan melakukan pergaulan dengan orang-orang yang sering bolos sekolah. Melalui pergaulan itu ia mencoba untuk melakukan penyimpangan tersebut, sehingga menjadi pelaku perilaku menyimpang.

b. Teori LabellingTeori ini dikemukakan oleh Edwin M. Lemert . Menurut teori ini, seseorang menjadi penyimpang karena proseslabelling yang diberikan masyarakat kepadanya. Maksudnya adalah pemberian julukan atau cap yang biasanya negatif kepada seseorang yang telah melakukan penyimpangan Lemert mengembangkan gagasan tentang penyimpangan primer dan sekunder untuk  menjelaskan proses pelabelan

1.      primer (primary deviation )
adalah perilaku yang menyimpang dilakukan oleh seseotang namun pelakunya masih apat di terimaciri cirinya bersifat sementara tidak berulang dan dapat di terorir oleh masyarakat.

2 .  Penyimpangan Sekunder ( perbuatan yang dikenal tindak criminal). Penyimpangan ini di lakukan secara individu maupun kelompok.masyarakat pada umumnya tidak bisa menerima dan tidak menginginkan orang semacam ini berada dalam lingkungannya. Sebagai tanggapan terhadap cap itu, si pelaku penyimpangan kemudian mengidentifikasikan dirinya sebagai penyimpang dan mengulangi lagi penyimpangannya sehingga terjadi dengan penyimpangan sekunder ( secondary deviation) . Alasannya adalah sudah terlanjur basah atau kepalang tanggung.

c. Teori FungsiTeori ini dikemukakan oleh Emile Durkheim . Menurut teori ini, keseragaman dalam kesadaran moral semua anggota masyarakat tidak dimungkinkan karena setiap individu berbeda satu sama lain. Perbedaan-perbedaan itu antara lain dipengaruhi oleh faktor lingkungan, fisik, dan keturunan. Oleh karena itu dalam suatu masyarakat orang yang berwatak jahat akan selalu ada, dan kejahatanpun juga akan selalu ada. Durkheim bahkan berpandangan bahwa kejahatan perlu bagi masyarakat, karena dengan adanya kejahatan, maka moralitas dan hukum dapat berkembang secara normal.

d. Teori KonflikTeori ini dikembangkan oleh penganut Teori Konflik Karl Marx . Para penganut teori ini berpandangan bahwa kejahatan terkait erat dengan perkembangan kapitalisme. Sehingga perilaku menyimpang diciptakan oleh kelompokkelompok berkuasa dalam masyarakat untuk melindungi kepentingan mereka sendiri. Pandangan ini juga mengatakan bahwa hukum merupakan cerminan kepentingan kelas yang berkuasa dan sistem peradilan pidana mencerminkan nilai dan kepentingan mereka.

e. Teori Tipologi AdaptasiDengan menggunakan teori ini, Robert K. Merton mencoba menjelaskan penyimpangan melalui struktur sosial. Menurut teori ini, struktur sosial bukan hanya menghasilkan perilaku yang konformis saja, tetapi juga menghasilkan perilaku menyimpang. Dalam struktur sosial dijumpai tujuan atau kepentingan, di mana tujuan tersebut adalah halhal yang pantas dan baik. Selain itu, diatur juga cara untuk meraih tujuan tersebut. Apabila tidak ada kaitan antara tujuan (cita-cita) yang ditetapkan dengan cara untuk mencapainya, maka akan terjadi penyimpangan.Dalam hal ini Merton mengemukakan tipologi cara-cara adaptasi terhadap situasi, yaitu konformitas, inovasi, ritualisme, pengasingan diri, dan pemberontakan (keempat yang terakhir merupakan perilaku menyimpang).Tanda  berarti ada penyelarasan, di mana warga masyarakat menerima nilai-nilai sosiobudaya atau norma-norma yang ada, sedangkan tanda  berarti menolaknya. Adapaun tanda  menunjuk pada pola-pola perilaku yang menolak serta menghendaki nilai-nilai dan norma-norma yang baru.

1  Konformitas ( conformity ) , merupakan cara adaptasi dimana pelaku mengikuti tujuan dan cara yang ditentukan oleh masyarakat. Misalnya Gaelan belajar dengan sungguh-sungguh agar nilai ulangannya bagus.

2.Inovasi ( inovation ), terjadi apabila seseorang menerima tujuan yang sesuai dengan nilai-nilai budaya yang diidamkan masyarakat, tetapi menolak norma dan kaidah yang berlaku. Misalnya untuk memperoleh nilai UNAS yang baik, Arif tidak belajar, melainkan melalui joki UNAS.

3 Ritualisme ( ritualism ), terjadi apabila seseorang menerima cara-cara yang diperkenankan secara kultural, namun menolak tujuan-tujuan kebudayaan. Misalnya, walaupun tidak mempunyai keahlian atau keterampilan di bidang komputer, Mita berusaha untuk mendapatkan ijazah itu agar diterima kerja di perusahaan asing.

4 Pengasingan diri ( retreatism ), timbul apabila seseorang menolak tujuan-tujuan yang disetujui maupun cara-cara pencapaian tujuan tersebut. Dengan kata lain, pengasingan diri terjadi apabila nilai-nilai sosial budaya yang berlaku tidak dapat dicapai melalui cara-cara yang telah ditetapkan. Misalnya tindakan siswa yang membakar dirinya sendiri karena tidak lulus Ujian Akhir Nasional.

5 Pemberontakan ( rebellion ), terjadi apabila seseorang menolak sarana maupun tujuan yang disahkan oleh kebudayaan dan menggantikannya dengan yang lain. Misalnya pemberontakan G 30S/PKI yang ingin mengganti ideologi Pancasila dengan ideologi komunis.
Baik sekian dulu catatan saya 
untuk materi penyimpanganjangan lupa tinggalkan komentar ya :)
 Terimakasi