Annyeong / Apakabar Dunia
Hartin datang nih di dunia internet #hehe padahal gak ada yang nayak
sekarang saya mau memberikan informasi tentang plajaran Sosiologiini
nih plajaran pertama yang saya dapatkan pada Klas X semester 2Tentang Penyimpangan :)
CIRI CIRI PERILAKU MENYIMPANG
1.Penyimpangan harus dapat didefinisikan, artinya penilaian menyimpang
tidaknya suatu perilaku harus berdasar kriteria tertentu dan diketahui
penyebabnya.
2. Penyimpangan bisa diterima bisa juga ditolak.
3. Penyimpangan relatif dan penyimpangan mutlak, artinya perbedaannya
ditentukan oleh frekuensi dan kadar penyimpangan.
4. Penyimpangan terhadap budaya nyata ataukah budaya ideal, artinya budaya
ideal adalah segenap peraturan hukum yang berlaku dalam suatu kelompok masyarakat.
Antara budaya nyata dengan budaya ideal selalu terjadi kesenjangan.
5. Terdapat norma-norma penghindaran dalam penyimpangan. Norma penghindaran
adalah pola perbuatan yang dilakukan orang untuk memenuhi keinginan mereka,
tanpa harus menentang nilai-nilai tata kelakuan secara terbuka.
6. Penyimpangan sosial bersifat adaptif, artinya perilaku menyimpang merupakan
salah satu cara untuk menyesuaikan kebudayaan dengan perubahan sosial.
TEORI TEORI PRILAKU
MENYIMPANG
a.Teori Pergaulan Berbeda ( Differential Association )
Teori ini
dikemukakan oleh Edwin H. Sutherland . Menurut teori ini,
penyimpangan bersumber dari pergaulan dengan sekelompok orang yang telah
menyimpang. Penyimpangan diperoleh melalui proses alih budaya (cultural
transmission) . Melalui proses ini seseorang mempelajari suatu
subkebudayaan menyimpang (deviant subculture).Contohnya
perilaku siswa yang suka bolos sekolah. Perilaku tersebut dipelajarinya dengan
melakukan pergaulan dengan orang-orang yang sering bolos sekolah. Melalui
pergaulan itu ia mencoba untuk melakukan penyimpangan tersebut, sehingga
menjadi pelaku perilaku menyimpang.
b. Teori Labelling Teori ini
dikemukakan oleh Edwin M. Lemert . Menurut teori ini,
seseorang menjadi penyimpang karena proseslabelling yang diberikan
masyarakat kepadanya. Maksudnya adalah pemberian julukan atau cap yang biasanya
negatif kepada seseorang yang telah melakukan penyimpangan Lemert mengembangkan
gagasan tentang penyimpangan primer dan sekunder untuk menjelaskan proses pelabelan
1. primer (primary
deviation )
adalah perilaku yang
menyimpang dilakukan oleh seseotang namun pelakunya masih apat di terimaciri
cirinya bersifat sementara tidak berulang dan dapat di terorir oleh masyarakat.
2 . Penyimpangan Sekunder ( perbuatan yang dikenal tindak criminal).
Penyimpangan ini di lakukan secara individu maupun kelompok.masyarakat pada
umumnya tidak bisa menerima dan tidak menginginkan orang semacam ini berada
dalam lingkungannya. Sebagai tanggapan terhadap cap itu, si pelaku penyimpangan
kemudian mengidentifikasikan dirinya sebagai penyimpang dan mengulangi lagi
penyimpangannya sehingga terjadi dengan penyimpangan sekunder ( secondary
deviation) . Alasannya adalah sudah terlanjur basah atau kepalang
tanggung.
c. Teori FungsiTeori ini dikemukakan
oleh Emile Durkheim . Menurut teori ini, keseragaman dalam
kesadaran moral semua anggota masyarakat tidak dimungkinkan karena setiap
individu berbeda satu sama lain. Perbedaan-perbedaan itu antara lain
dipengaruhi oleh faktor lingkungan, fisik, dan keturunan. Oleh karena itu dalam
suatu masyarakat orang yang berwatak jahat akan selalu ada, dan kejahatanpun
juga akan selalu ada. Durkheim bahkan berpandangan bahwa kejahatan perlu bagi
masyarakat, karena dengan adanya kejahatan, maka moralitas dan hukum dapat
berkembang secara normal.
d. Teori KonflikTeori ini
dikembangkan oleh penganut Teori Konflik Karl Marx . Para
penganut teori ini berpandangan bahwa kejahatan terkait erat dengan
perkembangan kapitalisme. Sehingga perilaku menyimpang diciptakan oleh
kelompokkelompok berkuasa dalam masyarakat untuk melindungi kepentingan mereka
sendiri. Pandangan ini juga mengatakan bahwa hukum merupakan cerminan
kepentingan kelas yang berkuasa dan sistem peradilan pidana mencerminkan nilai
dan kepentingan mereka.
e. Teori Tipologi AdaptasiDengan
menggunakan teori ini, Robert K. Merton mencoba menjelaskan
penyimpangan melalui struktur sosial. Menurut teori ini, struktur sosial bukan
hanya menghasilkan perilaku yang konformis saja, tetapi juga menghasilkan
perilaku menyimpang. Dalam struktur sosial dijumpai tujuan atau kepentingan, di
mana tujuan tersebut adalah halhal yang pantas dan baik. Selain itu, diatur
juga cara untuk meraih tujuan tersebut. Apabila tidak ada kaitan antara tujuan
(cita-cita) yang ditetapkan dengan cara untuk mencapainya, maka akan terjadi
penyimpangan.Dalam hal ini
Merton mengemukakan tipologi cara-cara adaptasi terhadap situasi, yaitu
konformitas, inovasi, ritualisme, pengasingan diri, dan pemberontakan (keempat
yang terakhir merupakan perilaku menyimpang).Tanda berarti ada penyelarasan, di mana warga
masyarakat menerima nilai-nilai sosiobudaya atau norma-norma yang ada,
sedangkan tanda berarti menolaknya.
Adapaun tanda menunjuk pada pola-pola
perilaku yang menolak serta menghendaki nilai-nilai dan norma-norma yang baru.
1 Konformitas
( conformity ) , merupakan cara adaptasi dimana pelaku mengikuti tujuan dan
cara yang ditentukan oleh masyarakat. Misalnya Gaelan belajar dengan
sungguh-sungguh agar nilai ulangannya bagus.
2.Inovasi ( inovation ), terjadi apabila seseorang
menerima tujuan yang sesuai dengan nilai-nilai budaya yang diidamkan
masyarakat, tetapi menolak norma dan kaidah yang berlaku. Misalnya untuk
memperoleh nilai UNAS yang baik, Arif tidak belajar, melainkan melalui joki
UNAS.
3 Ritualisme ( ritualism ), terjadi apabila seseorang
menerima cara-cara yang diperkenankan secara kultural, namun menolak
tujuan-tujuan kebudayaan. Misalnya, walaupun tidak mempunyai keahlian atau
keterampilan di bidang komputer, Mita berusaha untuk mendapatkan ijazah itu
agar diterima kerja di perusahaan asing.
4 Pengasingan diri ( retreatism ), timbul apabila
seseorang menolak tujuan-tujuan yang disetujui maupun cara-cara pencapaian
tujuan tersebut. Dengan kata lain, pengasingan diri terjadi apabila nilai-nilai
sosial budaya yang berlaku tidak dapat dicapai melalui cara-cara yang telah
ditetapkan. Misalnya tindakan siswa yang membakar dirinya sendiri karena tidak
lulus Ujian Akhir Nasional.
5 Pemberontakan ( rebellion ), terjadi apabila
seseorang menolak sarana maupun tujuan yang disahkan oleh kebudayaan dan
menggantikannya dengan yang lain. Misalnya pemberontakan G 30S/PKI yang ingin
mengganti ideologi Pancasila dengan ideologi komunis.
Baik sekian dulu catatan saya
untuk materi penyimpanganjangan lupa tinggalkan komentar ya :)
Terimakasi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar