Kamis, 27 Maret 2014

PERADABAN MESIR KUNO #tugas klompok Sejarah X IPS 1 SMAN 1 SAKRA

Mesir Kuno adalah suatu peradaban kuno di bagian timur laut Afrika. Peradaban ini terpusat di sepanjang hilir sungai Nil. Peradaban ini dimulai dengan unifikasi Mesir Hulu dan Hilir sekitar 3150 SM,[1] dan selanjutnya berkembang selama kurang lebih tiga milenium. Sejarahnya mengalir melalui periode kerajaan-kerajaan yang stabil, masing-masing diantarai oleh periode ketidakstabilan yang dikenal sebagai Periode Menengah. Mesir Kuno mencapai puncak kejayaannya pada masa Kerajaan Baru. Selanjutnya, peradaban ini mulai mengalami kemunduran. Mesir ditaklukan oleh kekuatan-kekuatan asing pada periode akhir. Kekuasaan firaun secara resmi dianggap berakhir pada sekitar 31 SM, ketika Kekaisaran Romawi menaklukkan dan menjadikan wilayah Mesir Ptolemeus sebagai bagian dari provinsi Romawi.[2] Meskipun ini bukanlah pendudukan asing pertama terhadap Mesir, periode kekuasaan Romawi menimbulkan suatu perubahan politik dan agama secara bertahap di lembah sungai Nil, yang secara efektif menandai berakhirnya perkembangan peradaban merdeka Mesir.
Peradaban Mesir Kuno didasari atas pengendalian keseimbangan yang baik antara sumber daya alam dan manusia, ditandai terutama oleh:
·         irigasi teratur terhadap Lembah Nil;
·         pendayagunaan mineral dari lembah dan wilayah gurun di sekitarnya;
·         perkembangan sistem tulisan dan sastra;
·         organisasi proyek kolektif;
·         perdagangan dengan wilayah Afrika Timur dan Tengah serta Mediterania Timur; serta
·         kegiatan militer yang menunjukkan kekuasaan terhadap kebudayaan negara/suku bangsa tetangga pada beberapa periode berbeda.
Pengelolaan kegiatan-kegiatan tersebut dilakukan oleh penguasa sosial, politik, dan ekonomi, yang berada di bawah pengawasan sosok Firaun.[3][4]
Pencapaian-pencapaian peradaban Mesir Kuno antara lain: teknik pembangunan monumen seperti piramida, kuil, dan obelisk; pengetahuanmatematika; teknik pengobatan; sistem irigasi dan agrikultur; kapal pertama yang pernah diketahui;[5] teknologi tembikar glasir bening dan kaca; seni dan arsitektur yang baru; sastra Mesir Kuno; dan traktat perdamaian pertama yang pernah diketahui.[6] Mesir telah meninggalkan warisan yang abadi. Seni dan arsitekturnya banyak ditiru, dan barang-barang antik buatan peradaban ini dibawa hingga ke ujung dunia. Reruntuhan-reruntuhan monumentalnya menjadi inspirasi bagi pengelana dan penulis selama berabad-abad.
Dan juga Di sepanjang hilir Sungai Nil terdapat lembah yang subur, bentuknya memanjang dan sempit. Kesuburan lembah itu adalah akibat terjadinya banjir tahunan Sungai Nil. Setelah banjir surut terjadilah lapisan lumpur di lembah tersebut yang membuat tanah itu subur.
                                                                 
Di lembah sungai tersebut hidup suatu bangsa yang mata pencahariannya bertani dan berternak dengan bentuk pemerintahan dan adat keagamaan yang kesemuanya diatur oleh suatu golongan kaum pemimpin agama. Di samping hidup kegamaan yang maju, kekuasaan kaum pemimpin agama baik dalam bidang rohani maupun keduaniawian meningkat pula ilmu-ilmu pengetahuan timbul dari kalangan pemimpin agama itu, seperti astronomi maupun astrologi. Di sebelah barat dan timur lembah sungai Nil terbentang gurun pasir. Dua gurun pasir itu menjadi benteng bagi daerah subur itu dari bahaya serbuan bangsa-bangsa pengembara.



Masyarakat Mesir kuno pada umumnya hidup sebagai petani gandum, beras, dan jagung serta sebagian pedagang. Mereka sudah dapat mengembangkan ilmu alam (astronomi dan astrologi).



Kepercayaan bangsa Mesir Kuno meliputi:

a. totemisme,
menganggap suci terhadap binatang tertentu, misalnya: sapi jantan, kucing dan buaya.
b. Polytheisme,
percaya pada banyak dewa, dengan dewa tertingginya dewa Ra (dewa Matahari). Pada masyarakat mesir kuno terdapat kebiasaan mengawetkan mayat (mumi).

Di Mesir kuno terdapat pandangan hidup bahwa kehidupan di akhirat merupakan kelanjutan dari kehidupan di dunia, maka manusia harus mempersiapkan diri sebelumnya karena kehidupan di dunia hanya sementara, sedangkan di akhirat itu abadi dan dapat berlangsung selama jasad manusia dapat diabadikan dalam bentuk patung atau mumi. Oleh karena itu agar mumi atau patung tidak mudah rusak dan hidup abadi, maka harus disimpan si tempat yang terlindung dalam bangunan yang kuat dan kokoh. Maka timbulah seni bangunan yang terdiri dari piramid, mastaba dan makam lainnya yang kokoh. Bangsa Mesir kuno menjelang tahun 3000 SM sudah membangun piramida dan kuil yang berhiaskan gambaran, relief dan arca yang melukiskan riwayat para raja, madah pujaan agamawi, serta kejadian sehari-hari.

Dalam menjalankan pemerintahnya, Mesir diperintah oleh seorang raja. Di Mesir terdapat kerajaan-kerajaan kecil yang disebut Nomen, kemudian diperintahkan oleh Menes dengan gelar Fir’aun atau Pharao yang kuasa mutlak. Pusat pemerintahannya antara lain di Memphis, Thebe, dan Akhenaton. Kerajaan Mesir Kuno diperkirakan berdiri sejak 3400 tahun sebelum Masehi. Rajanya disebut Fir’aun, yang mempunyai ‘kekuasaan mutlak, baik dalam hal pemerintahan maupun urusan agama. Fir’aun disamping sebagai Kepala Negara, juga sebagai Kepala Agama dan dipuja sebagai Dewa Yang Berkuasa. Dengan mempercayai kekuasaan Fir’aun sebagai dewa, masya-rakat Mesir kuno tidak berani membantah sedikit pun terhadap segala perintah raja.

Sampai akhir abad ke-18 sejarah Mesir Kuno belum terungkap, sebab tulisantulisan Mesir Kuno yang banyak tampak pada dinding-dinding kuil, piramida dan bangunan lainnya belum dapat dibaca oleh para ilmuwan. Pada abad ke- 18 ketika Mesir dikuasai oleh pasukan Perancis, yang dipimpin oleh Napoleon Bonaparte, ditemukan sebuah batu besar di tepi Sungai Rosetta yang memuat aksara Mesir Kuno didampingi aksara Yunani yang sudah dikenal di Eropa. Batu Rosetta merupakan kunci untuk membaca tulisan-tulisan Mesir kuno, setelah dipelajari dengan tekun selama lebih 20 tahun oleh seorang sarjana Perancis bernama Champollan, maka lambat laun mulailah terungkap rahasia yang selama puluhan abad terkandung dalam peninggalan-peninggalan kebudayaan Mesir kuno.



Hasil kebudayaan yang terdapat di Mesir antara lain:

1 Piramida
Piramida terdiri dari beberapa kamar di dalamnya sebagai tempat atau tanda kuburan yang dihiasi oleh berbagai lukisan dan relief yang mencerminkan kehidupan di akhirat. Bangunan ini didirikan pada saat raja yang bersangkutan masih hidup. Pada piramid terdapat relief menggambarkan asal dan perbuatan sang raja di dunia. Penutupan ruangan dikerjakan setelah upacara pemakaman
2 Spinx
Patung hewan-hewan mitologis yang berbadan singa dan bermuka manusia.
3 Mastaba
Mastaba berbentuk seperti piramid terpotong bagian atasnya dengan tingginya kurang lebih lima meter dengan dua buah pintu asli dan dua buah pintu palsu. Jenazah berada di ruang bawah tanah dan ditutup dengan batu. Mastaba berfungsi sebagai tempat pemakaman para raja-raja yang merupakan bentuk awal piramida
4 Kuil
Kuil dibedakan dari dua jenis, yaitu kuil dewa dan kuil makam. Di dalam terdiri dari kamar pemujaan yang mengelilingi kamar dewa. Pada mulanya kedua kuil disatukan, kemudian dipisahkan agar tidak dicuri orang.
5 Makam
Makam merupakan tempat kuburan para bangsawan di atas gunung karang terdiri dari serambi dan tiang-tiang yang berisi patung. Hiasan dan relief memprlihatkan upacara pemakaman dan amal baik jenazah serta perbuatan tercela yang dilakukannya.
6 Aksara
Peninggalan Mesir kuno yang besar pengaruhnya bagi kebu-dayaan dunia ialah aksara, yang disebut hieroglyph. Pada mulanya aksara itu berupa gam bargam bar. Lambat laun gambar-gambar itu mempunyai arti tertentu dan menjadi lambang.
7 Arca
Patung-patung yang sengaja dibuat untuk disembah sebagai perwujudan dari kepercayaan orang-orang Mesir Kuno.
8 Obelisk
Tugu-tugu ramping dan runcing menjulang tinggi ke angkasa sebagai pemujaan.

#SEKIAN TUGAS UNTUK SEJARAH INI 
DAN BAGI YANG MEMBAC SEMOGA BERMANFAAT

klau udh baca tinggalkan jejak ya :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar